on ne changera rien

Blog EntryKASUS MALPRAKTEK OBSERVASIMar 30, '08 7:55 AM
for everyone


Pada tahun 1979 terjadi kasus malpraktek pada William Milligan. Awalnya William Milligan dituduh melakukan perampokan dan pemerkosaan atas tiga orang perempuan pada 1977. Sempat terjadi pro dan kontra mengenai kasus ini. Milligan sempat dimasukkan dalam Lima State Hospital for The Criminally Insane, atau dalam kata lain penjara orang-orang gila di kota Lima, Amerika. Kepala psikiater disana yang bernama Dr.Frederick Milkie mendiagnosis berdasarkan DSM II (Diagnostic and Statistical Manual edisi kedua) bahwa Milligan mengalami skizofrenia dengan axis I 295.5 pseudopsikofasis skizofrenia, 303.2 kecanduan alcohol menurut riwayat, 304.6 ketergantungan obat stimulan menurut riwayat dan axis II 301.7 Kepribadian antisosial subtipe kasar. Ketika ditanya dalam sidang, Dr.Frederick Milkie mengatakan bahwa ia merawat Milligan dengan cara ‘skillful neglect’, yaitu dengan kemahiran mengabaikan dan dengan memberikan obat stellazine (obat anti-psikotik). Ternyata cara ini tidak memberikan kemajuan pada Milligan. Para psikiater lain menemukan bahwa Milligan bukan mengalami skizofrenia, tetapi Kepribadian ganda, yang disebut Multiple Personality Disorder (sekarang disebut Dissociative Personality Disorder). Dari kasus ini terlihat terjadinya malpraktek observasi oleh Dr. Frederick Milkie, dalam bidang psikiatri. Malpraktek dalam bidang ini dapat berdampak buruk karena dengan kesalahan observasi maka akan terjadi kesalahan diagnosis dan akhirnya kesalahan obat dan treatment seperti yang dialami Milligan.

















ANALISA

Kasus diatas dapat dikatakan merupakan malpraktek observasi karena kesalahan diagnosis yang terjadi disebabkan oleh observasi dari Dr.Frederick Milkie yang kurang seksama terhadap Milligan. Kekurangan-kekurangan dalam hal observasi dari Dr.Frederick Milkie ini menyebabkan terjadinya kesalahan diagnosis, seperti yang akan dijabarkan secara lebih mendalam dalam paragraph-paragraf berikutnya. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya kesalahan diagnosis ini:

Pertama, Dalam DSM IV TR (DSM terbaru untuk saat ini), khususnya pada bagian Diffrential Diagnosis untuk Dissociative Identity Disorder (kepribadian ganda), bahwa gangguan ini memiliki gejala yang mirip dengan skizorenia atau gangguan alam perasaan. Pada saat seseorang berpindah kepribadian, orang tersebut dapat dianggap mengalami delusi, yang mana delusi adalah gejala pada skizofrenia. Saat orang yang mengalami kepribadian ganda berkomunikasi dengan kepribadiannya yang lain, orang tersebut dapat dianggap mengalami halusinasi auditori yang merupakan gejala skizoprenia. Karena alasan tersebut, maka kesalahan diagnosis antara kepribadian ganda dan skizoprenia secara umum mudah terjadi bahkan mungkin sering terjadi. Karena itu, untuk dapat membedakan kepribadian ganda dengan skizofren, tentu membutuhkan observasi yang lebih seksama dalam waktu yang lama. Perlu diingat, DSM IV-TR juga menuliskan bahwa “ factors that support a diagnosis of Dissociative Identity Disorder are the presence of clear-cut dissociative symptematologywith sudden shifts in identity states, the persistence and consistency of identity-specific demeanors and behaviors over time, reversible amnesia,…(p. 529). Dari pernyataan tersebut terlihat bahwa untuk mendiagnosis kepribadian ganda dan membedakan gangguan ini dari gangguan lain dibutuhkan waktu yang lama untuk melihat konsistensi karakter maupun pola tingkah lakunya.

Kedua, Dr, Frederick Milkie mengatakan bahwa ia baru pernah melihat Milligan tiga kali, yaitu saat pertama kali Milligan dipindahkan ke bawah perawatannya pada 24 oktober 1979, saat meninjau ulang pada 30 oktober 1979, dan pada pagi sebelum sidang dimulai, yaitu tanggal 30 november 1979 (Keyes, 1982/2006). Observasi untuk menentukan diagnosis tentu tidak cukup hanya dengan melakukan observasi sebanyak tiga kali. Seperti yang dituliskan sebelumnya, untuk melihat seseorang mengalami kepribadian ganda dibutuhkan melihat konsistensi karakter dari waktu ke waktu, yang berarti butuh waktu yang lama dan jumlah pemeriksaan yang berulang-ulang. Jadi, malpraktek ini terjadi salah satunya karena jumlah waktu yang dilakukan untuk observasi cenderung terlalu sedikit.

Ketiga, Dr. Frederick Milkie sendiri mengatakan bahwa ia tidak menerima definisi kepribadian ganda dalam DSM II (Keyes, 1982/2006). Dengan pandangan tersebut, maka tentu saja Dr. Frederick Milkie akan cenderung menghindari utnuk mendiagnosis seseorang mengalami kepribadian ganda. Fenomena ini biasa disebut dengan Accessibility, yaitu “the extent to which schemas and concepts are at the forefront of people’s minds and are therefore likely to be used when making judgements about the social world” (Aronson, Wilson, Akert, 2004). Dalam kata lain, suatu keputusan yang dibuat sangat dipengaruhi oleh apa yang dipercayai dan ada dalam skema seseorang. Dalam kasus ini, Dr. Frederick Milikie memiliki pandangan bahwa kepribadian ganda yang dituliskan dalam DSM II kurang tepat sehingga dengan sendirinya segala tingkah laku yang diobservasinya akan cenderung terlihat bebeda dari cirri-ciri kepribadian ganda. Subjektifitas Dr.Frederick Milkie ini juga dapat dilihat ketika ia menjelaskan gejala yang dilihatnya. Ia mengatakan bahwa gejala yang dialami Milligan adalah marah, panik, segalanya berjalan tidak sesuai denga keinginan Milligan sehingga kemarahan menguasai dirinya dan bertindak sesuai dorongan hati. Gejala ini mungkin bisa sedikit menjelaskan mengenai diagnosis kepribadian anti sosial yang dibuatnya, tetapi sama sekali tidak berhubungan dengan diagnosis skizofrenia, dimana diagnosis utama skizofrenia dibuat berdasarkan adanya delusi dan halusinasi.
















DAFTAR PUSTAKA

Aronson, Elliot, Wilson, Timothy D., & Akert, Robin M. (2004). Social Psychology (4th ed.). New Jersey: Prentice Hall.
American Psychiatric Association (2000). Diagnostic and Statistical Manual (4th ed). Washington DC: Penulis.
Keyes, Daniel (2006). The Minds of Billy Milligan: 24 Wajah Billy (Miriasti dan Satrio, Terj.) Bandung: Qanita (Karya Asli diterbitkan tahun 1982).
James, D.V. (t.th). Multiple Personality Disorder in The Courts: A Review of North American Experience. Diakses pada 26 september 2007 dari http://www.astraeasweb.net/plural/forensic.html



Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help